Sungguh, kita diberikan kedudukan mulia dimuka bumi ini oleh
Allah sebagai khalifah fil ardh. Beruntungah
kita telah diberikan iman islam yang sangat nikmat ini terlebih lagi disertai
dengan nikmat kesehatan dan waktu luang sehingga bisa menjalankan fungsi
pemimpin di muka bumi ini. Setiap manusia adalah pemimpin
dan akan dimintai
pertanggung jawaban di akhirat kelak. Apa yang akan dipertanggung jawabkan
kelak di hadapan Allah sebagai manusia? Banyak hal. Bagi suami, akan ditanyai
tentang kepemimpinan dalam rumah tangga. Direktur bertanggung jawab dengan anak
buahnya dalam perusahaannya. Pimpinan negara, jabatan yang diamanahkan rakyat
kepada pimpinan negara. Dari jabatan terkecil sampai amanah besar yang di
tanggung semuanya ada tanggung jawabnya.
Teman saya ada selalu berkomentar melihat beberapa peristiwa
di akhir-akhir ini, ada yang positif dan negatif. Akhirnya, teman saya ini yang
selalu berkomentar merasa pusing dan tertekan akibat kehidupan yang dirasakan.
Sebenarnya, ada beberapa cara agar orang tidak merasa tertekan dan selalu
bahagia.
Jika saya analogikan dengan
orang yang naik motor dan kita sebagai pengendaranya, saya sebut itu sebagai
kontrol penuh kita untuk mengendalikan laju kecepatan, rem, dan teknik
mengendarai. Dan kita sangat berkuasa untuk mengemudikan dengan cara
ugal-ugalan atau tertib.
Kedua, adalah kepedulian. Dimana status kita hanya mengawasi
dan memberikan masukan serta mengingatkan. Saya analogikan, kita diposisi
dibonceng ketika kendaraan melaju. Kita hanya bisa mengingatkan kepada sopir
kita “Awas ada lubang”, “Jangan cepat-cepat”, “Belok”, “Didepan ada kendaraan”
dan lain sejenisnya. Selalu mengawasi sopir untuk keselamatan bersama. Tetapi, menjadi
hak sopir boleh mengambil saran yang di sampakan ataupun tidak. Posisi kita
dalam kendaraan yang melaju tidak bisa mengambil alih posisi sopir secara
seketika karena akan menjadi kecelakaan.
Ketiga, yaitu perhatian.
Kesempatan terbaik hanya memperhatikan dan tidak bisa berbuat banyak.
Ketika ada kendaraan yang berjalan dengan kencang dan ugal-ugalan, posisi kita
berada di pinggir jalan. Hanya
menyaksikan kendaraan yang melaju dengan
kencang. Mau menasehati jelas tidak mungkin apalagi marah-marah.
Jika dalam semua kasus yang terjadi kita dalam posisi kontrol
penuh bisa kacaulah. hidup kita merasa sempit dan tertekan. Nah, dalam kehidupan
sekarang ini harus bisa bermain peran dan menempatkan posisi kita sebagai apa.
Dalam kontrol penuh, kepedulian, atau perhatian. Agar lebih bahagia dan tenang
dalam menjalankan kehidupan yang penuh keberkahan ini.
25 mei
2016 @ warkop cak no bersaudara jam 8 malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar