Rabu, 31 Agustus 2016

Kontrol Penuh, Kepedulian, atau Perhatian

Sungguh, kita diberikan kedudukan mulia dimuka bumi ini oleh Allah sebagai khalifah fil ardh. Beruntungah kita telah diberikan iman islam yang sangat nikmat ini terlebih lagi disertai dengan nikmat kesehatan dan waktu luang sehingga bisa menjalankan fungsi pemimpin di muka bumi ini. Setiap manusia adalah pemimpin 
dan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Apa yang akan dipertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah sebagai manusia? Banyak hal. Bagi suami, akan ditanyai tentang kepemimpinan dalam rumah tangga. Direktur bertanggung jawab dengan anak buahnya dalam perusahaannya. Pimpinan negara, jabatan yang diamanahkan rakyat kepada pimpinan negara. Dari jabatan terkecil sampai amanah besar yang di tanggung semuanya ada tanggung jawabnya.

Teman saya ada selalu berkomentar melihat beberapa peristiwa di akhir-akhir ini, ada yang positif dan negatif. Akhirnya, teman saya ini yang selalu berkomentar merasa pusing dan tertekan akibat kehidupan yang dirasakan. Sebenarnya, ada beberapa cara agar orang tidak merasa tertekan dan selalu bahagia. 

Jika saya analogikan dengan orang yang naik motor dan kita sebagai pengendaranya, saya sebut itu sebagai kontrol penuh kita untuk mengendalikan laju kecepatan, rem, dan teknik mengendarai. Dan kita sangat berkuasa untuk mengemudikan dengan cara ugal-ugalan atau tertib.

Kedua, adalah kepedulian. Dimana status kita hanya mengawasi dan memberikan masukan serta mengingatkan. Saya analogikan, kita diposisi dibonceng ketika kendaraan melaju. Kita hanya bisa mengingatkan kepada sopir kita “Awas ada lubang”, “Jangan cepat-cepat”, “Belok”, “Didepan ada kendaraan” dan lain sejenisnya. Selalu mengawasi sopir untuk keselamatan bersama. Tetapi, menjadi hak sopir boleh mengambil saran yang di sampakan ataupun tidak. Posisi kita dalam kendaraan yang melaju tidak bisa mengambil alih posisi sopir secara seketika karena akan menjadi kecelakaan.

Ketiga, yaitu perhatian.  Kesempatan terbaik hanya memperhatikan dan tidak bisa berbuat banyak. Ketika ada kendaraan yang berjalan dengan kencang dan ugal-ugalan, posisi kita berada di pinggir jalan. Hanya 
menyaksikan kendaraan yang melaju dengan kencang. Mau menasehati jelas tidak mungkin apalagi marah-marah.

Jika dalam semua kasus yang terjadi kita dalam posisi kontrol penuh bisa kacaulah. hidup kita merasa sempit dan tertekan. Nah, dalam kehidupan sekarang ini harus bisa bermain peran dan menempatkan posisi kita sebagai apa. Dalam kontrol penuh, kepedulian, atau perhatian. Agar lebih bahagia dan tenang dalam menjalankan kehidupan yang penuh keberkahan ini.


25 mei 2016 @ warkop cak no bersaudara jam 8 malam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar