Sejenak berhenti beraktifitas dengan melakukan tadabur alam
bersama kerabat pada bulan lalu di Gunung Panderman Kota Malang yang memiliki
ketinggian 2045 mdpl. Berangkat ke puncak dini hari untuk mengejar sunrise mengalahkan rasa dingin dan
kantuk tapi apalah daya, sampai dipuncak ternyata pukul 6 pagi, kehilangan sunrise. Alhamdulillah, masih sempat
merasakan matahari terbit di atas gunung dengan diiringi suara-suara merdu
burung yang berkicau, kemesrahan-kemesrahan alam yang begitu menghangatkan
dalam jiwa. Sambil merenungi hadist Rosulullah yang sempat terbesit dalam hati.
Rosulullah bersabda, “jika kamu bertawakal pada Allah dengan
tawakal yang sesungguhnya, niscaya Allah
memberikan rejeki kepadamu sebagaimana
Allah memberi rejeki kepada burung yang keluar dari sarangnya pagi-pagi dengan
perut yang lapar dan kembali pada sore harinya dengan perut kekenyangan setiap
hari. Dan lenyaplah gunung-gunung
penghalang dengan sebab doanya.”
Masya Allah, tiba-tiba
hadist ini sangat powerfull dirasakan.
Bagaimana mungkin Allah meninggalkan makhluk ciptaannya tanpa sesuatu. Pastilah
Allah mengurus seluruh makhluknya memenuhi segala kebutuhannya hingga tuntas.
Tetapi jika dilihat dari sudut makhluk, manusia memiliki rasa khawatir. Takut
siapa jodohnya, bagaimana nasib keluarganya, apakah makan atau tidak, itulah
sebesit ketakutan yang hampir setiap manusia muncul. Apa yang akan terjadi jika Allah tidak ikut
serta dalam urusan manusia? Mungki tidak akan terselesaikan segala persoalannya.
Bahkan, hanya untuk mengedipkan mata jika Allah tidak ikut campur, maka mata
juga tidak bisa membuka mata. Tapi semua itu terlupakan. Fokus manusia adalah mengumpulkan
sebanyak-banyaknya nominal uang yang ada dalam buku tabungan, mendapatkan jodoh
yang bagus, dan lain sebagainya.
Semangat manusia memang besar untuk mengejar rejeki memenuhi segala kebutuhannya dengan mengejar
nilai-nilai yang besar melalui proses yang baik dan ada pula yang kurang baik.
Hanya mengingatkan saja, ada suatu kekuatan besar yang tak terlihat oleh
manusia yaitu doa. Seringkali manusia bergerak tanpa berdoa. Luar biasanya,
yang dikira tidak bisa menjadi bisa dan diluar kemampuan logika sekalipun.
Allah menciptakan manusia dan makhluk dimuka bumi ini hanya
untuk beribadah saja. Laut, gunung,
pepohonan, bahkan hewan pun berdzikir. Malu rasanya jika manusia yang diberi
kemampuan bergerak dan berpikir dipergunakan untuk mengejar dunia saja tanpa
memikirkan akhirat. Alangkah baiknya jika sebelum beraktifitas kita berdoa dulu
pada Allah kemudian sempurnakan ikhtiar untuk mencapai target yang telah
ditetapkan. Terkadang apa yang ditargetkan tidak sesuai dengan kenyataan,
sesungguhnya itu adalah pemberiaan Allah yang terbaik bagi hambaNya untuk terus
bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar