Pendidikan Karakter Anak Bisa Di Mulai Dari Kamar
Saya mendapati seorang ibu muda dan putra kecilnya yang nampak seperti kelas 3
SD, berada di dalam warung. Mereka bercengkrama dengan sangat akrab dan hangat.
Pada saat si ibu ingin membayar makan, ia memberikan sebuah tanggung jawab dengan
menitipkan tas kepada anaknya. Dengan bangga si anak menerima tanggung jawab yang
di berikan ibunya. Terlihat sangat jelas bahwa anak tersebut mendekap erat tas dengan
menggunakan kedua tanggannya. Seakanakan tidak ingin membuat tas kesayangan
sang ibu hilang dan membuatnya kecewa. Inilah sebuah bentuk sederhana dari rasa
tanggung jawab yang dimiliki anak itu.
Keberhasilan anak yang terlihat dan dirasakan para orang tua saat ini, tidak terlepas
dari pola asuh yang berkarakter dari orang tuanya. Anakanak adalah rezeki atau
anugrah paling dahsyat yang di berikan oleh Allah swt kepada para pasangan. Baik yang
baru saja menikah atau pun yang pasangan yang sudah lama menikah. Sebagai rasa
syukur kepada Sang Pencipta, sudah semestinya jika orang tua sangat memperhatikan
pendidikan anak, memilihkan lingkungan yang baik, pola asuh yang benar, asupan gizi
yang cukup, dan lain sebagainya.
Membangun rasa tanggung jawab pada anak merupakan hal sederhana yang bisa
di lakukan keluarga. Anak pada umur 6 sampai 10 tahun merupakan masamasa penting
bagi orang tua dalam pembentukan karakter. Kegiatan sederhana yang dapat
membangun rasa tanggung jawab terhadap anak yaitu dengan mengajak anak untuk
merapikan dan membersihkan kamar sendiri.
Kenapa harus dimulai dengan kamar? Kamar anak adalah teritori tanggung
jawabnya secara langsung. Mungkin orang tua beranggapan dia masih terlalu muda
untuk membersihkan kamarnya sendiri. Tapi ini tidak berarti, orang tua atau pembantu
mengambil alih tanggung jawab atas kamar anak. Secara bertahap, anak bisa di ajak
untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap ruangannya sendiri. Kewajiban orang tua
adalah mengenalkan dan mendampingi buah hatinya untuk mengerti dan memahami
pentingnya memiliki sifat tanggung jawab.
Langkah paling mudah bagi orang tua untuk menanamkan rasa tanggung jawab
pada anak, bisa dimulai dengan mengajak anak bersamasama mengganti seprai dan
sarung bantal/guling. Mulai usia 6 tahun, anak semestinya sudah bisa mengganti sarung
bantal dan guling. Ajak anak bersamasama mengganti seprai dan sarung bantal/guling.
Ketika mengganti seprai, minta anak untuk membantu memegang satu sisi seprai. Ajari
anak untuk melipat pinggiran seprai ke bawah kasur. Pada usia 1012 tahun anak juga
bisa belajar menyapu kamarnya sendiri. Sehingga Anda sekeluarga tidak
terlalu bergantung pada pembantu atau orang tua.
Jika kita melihat sebuah sumber cahaya ataupun lampu dan berdiri tepat
dibawahnya, maka secara otomatis bayangan kita berada tepat di bawah kita berdiri.
Apabila kita bergeser menjauhi dari sumber cahaya, maka bayangan juga akan
menyesuaikan pada letak, posisi, dan ukuran mengikuti kondisi kita. Jika bayangan tidak
sesuai dengan keinginan kita, tidak mungkin kita akan memarahi bayangan tersebut.
Pastilah kita yang akan menyesuaikan diri dengan sumber cahaya. Agar letak bayangan
sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Begitu juga dengan anak. Anak merupakan
hasil dari citra dan bayangan para orang tua. Baik dan menawannya tindakan anak
merupakan hasil dari pola pendidikan karakter dan pola asuh orang tua. Kepribadian para
orang tua dalam mendidikan anak juga akan berpengaruh besar dalam pembentukan
karakter. Mulailah memiliki rasa tanggung jawab dari para orang tua terlebih dahulu.
Saya mendapati seorang ibu muda dan putra kecilnya yang nampak seperti kelas 3
SD, berada di dalam warung. Mereka bercengkrama dengan sangat akrab dan hangat.
Pada saat si ibu ingin membayar makan, ia memberikan sebuah tanggung jawab dengan
menitipkan tas kepada anaknya. Dengan bangga si anak menerima tanggung jawab yang
di berikan ibunya. Terlihat sangat jelas bahwa anak tersebut mendekap erat tas dengan
menggunakan kedua tanggannya. Seakanakan tidak ingin membuat tas kesayangan
sang ibu hilang dan membuatnya kecewa. Inilah sebuah bentuk sederhana dari rasa
tanggung jawab yang dimiliki anak itu.
Keberhasilan anak yang terlihat dan dirasakan para orang tua saat ini, tidak terlepas
dari pola asuh yang berkarakter dari orang tuanya. Anakanak adalah rezeki atau
anugrah paling dahsyat yang di berikan oleh Allah swt kepada para pasangan. Baik yang
baru saja menikah atau pun yang pasangan yang sudah lama menikah. Sebagai rasa
syukur kepada Sang Pencipta, sudah semestinya jika orang tua sangat memperhatikan
pendidikan anak, memilihkan lingkungan yang baik, pola asuh yang benar, asupan gizi
yang cukup, dan lain sebagainya.
Membangun rasa tanggung jawab pada anak merupakan hal sederhana yang bisa
di lakukan keluarga. Anak pada umur 6 sampai 10 tahun merupakan masamasa penting
bagi orang tua dalam pembentukan karakter. Kegiatan sederhana yang dapat
membangun rasa tanggung jawab terhadap anak yaitu dengan mengajak anak untuk
merapikan dan membersihkan kamar sendiri.
Kenapa harus dimulai dengan kamar? Kamar anak adalah teritori tanggung
jawabnya secara langsung. Mungkin orang tua beranggapan dia masih terlalu muda
untuk membersihkan kamarnya sendiri. Tapi ini tidak berarti, orang tua atau pembantu
mengambil alih tanggung jawab atas kamar anak. Secara bertahap, anak bisa di ajak
untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap ruangannya sendiri. Kewajiban orang tua
adalah mengenalkan dan mendampingi buah hatinya untuk mengerti dan memahami
pentingnya memiliki sifat tanggung jawab.
Langkah paling mudah bagi orang tua untuk menanamkan rasa tanggung jawab
pada anak, bisa dimulai dengan mengajak anak bersamasama mengganti seprai dan
sarung bantal/guling. Mulai usia 6 tahun, anak semestinya sudah bisa mengganti sarung
bantal dan guling. Ajak anak bersamasama mengganti seprai dan sarung bantal/guling.
Ketika mengganti seprai, minta anak untuk membantu memegang satu sisi seprai. Ajari
anak untuk melipat pinggiran seprai ke bawah kasur. Pada usia 1012 tahun anak juga
bisa belajar menyapu kamarnya sendiri. Sehingga Anda sekeluarga tidak
terlalu bergantung pada pembantu atau orang tua.
Jika kita melihat sebuah sumber cahaya ataupun lampu dan berdiri tepat
dibawahnya, maka secara otomatis bayangan kita berada tepat di bawah kita berdiri.
Apabila kita bergeser menjauhi dari sumber cahaya, maka bayangan juga akan
menyesuaikan pada letak, posisi, dan ukuran mengikuti kondisi kita. Jika bayangan tidak
sesuai dengan keinginan kita, tidak mungkin kita akan memarahi bayangan tersebut.
Pastilah kita yang akan menyesuaikan diri dengan sumber cahaya. Agar letak bayangan
sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Begitu juga dengan anak. Anak merupakan
hasil dari citra dan bayangan para orang tua. Baik dan menawannya tindakan anak
merupakan hasil dari pola pendidikan karakter dan pola asuh orang tua. Kepribadian para
orang tua dalam mendidikan anak juga akan berpengaruh besar dalam pembentukan
karakter. Mulailah memiliki rasa tanggung jawab dari para orang tua terlebih dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar