Senin, 08 Desember 2014

Pendidikan karakter anak bisa di mulai dari kamar

Pendidikan Karakter Anak Bisa Di Mulai Dari Kamar

Saya mendapati seorang ibu muda dan putra kecilnya yang nampak seperti kelas 3

SD, berada di dalam warung. Mereka bercengkrama dengan sangat akrab dan hangat.

Pada saat si ibu ingin membayar makan, ia memberikan sebuah tanggung jawab dengan

menitipkan tas kepada anaknya. Dengan bangga si anak menerima tanggung jawab yang

di berikan ibunya. Terlihat sangat jelas bahwa anak tersebut mendekap erat tas dengan

menggunakan kedua tanggannya. Seakan­akan tidak ingin membuat tas kesayangan

sang ibu hilang dan membuatnya kecewa. Inilah sebuah bentuk sederhana dari rasa

tanggung jawab yang dimiliki anak itu.

Keberhasilan anak yang terlihat dan dirasakan para orang tua saat ini, tidak terlepas

dari pola asuh yang berkarakter dari orang tuanya. Anak­anak adalah rezeki atau

anugrah paling dahsyat yang di berikan oleh Allah swt kepada para pasangan. Baik yang

baru saja menikah atau pun yang pasangan yang sudah lama menikah. Sebagai rasa

syukur kepada Sang Pencipta, sudah semestinya jika orang tua sangat memperhatikan

pendidikan anak, memilihkan lingkungan yang baik, pola asuh yang benar, asupan gizi

yang cukup, dan lain sebagainya.

Membangun rasa tanggung jawab pada anak merupakan hal sederhana yang bisa

di lakukan keluarga. Anak pada umur 6 sampai 10 tahun merupakan masa­masa penting

bagi orang tua dalam pembentukan karakter. Kegiatan sederhana yang dapat

membangun rasa tanggung jawab terhadap anak yaitu dengan mengajak anak untuk

merapikan dan membersihkan kamar sendiri.

Kenapa harus dimulai dengan kamar? Kamar anak adalah teritori tanggung

jawabnya secara langsung. Mungkin orang tua beranggapan dia masih terlalu muda

untuk membersihkan kamarnya sendiri. Tapi ini tidak berarti, orang tua atau pembantu

mengambil alih tanggung jawab atas kamar anak. Secara bertahap, anak bisa di ajak

untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap ruangannya sendiri. Kewajiban orang tua

adalah mengenalkan dan mendampingi buah hatinya untuk mengerti dan memahami

pentingnya memiliki sifat tanggung jawab.

Langkah paling mudah bagi orang tua untuk menanamkan rasa tanggung jawab

pada anak, bisa dimulai dengan mengajak anak bersama­sama mengganti seprai dan

sarung bantal/guling. Mulai usia 6 tahun, anak semestinya sudah bisa mengganti sarung

bantal dan guling. Ajak anak bersama­sama mengganti seprai dan sarung bantal/guling.

Ketika mengganti seprai, minta anak untuk membantu memegang satu sisi seprai. Ajari

anak untuk melipat pinggiran seprai ke bawah kasur. Pada usia 10­12 tahun anak juga

bisa belajar menyapu kamarnya sendiri. Sehingga Anda sekeluarga tidak

terlalu bergantung pada pembantu atau orang tua.

Jika kita melihat sebuah sumber cahaya ataupun lampu dan berdiri tepat

dibawahnya, maka secara otomatis bayangan kita berada tepat di bawah kita berdiri.

Apabila kita bergeser menjauhi dari sumber cahaya, maka bayangan juga akan

menyesuaikan pada letak, posisi, dan ukuran mengikuti kondisi kita. Jika bayangan tidak

sesuai dengan keinginan kita, tidak mungkin kita akan memarahi bayangan tersebut.

Pastilah kita yang akan menyesuaikan diri dengan sumber cahaya. Agar letak bayangan

sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Begitu juga dengan anak. Anak merupakan

hasil dari citra dan bayangan para orang tua. Baik dan menawannya tindakan anak

merupakan hasil dari pola pendidikan karakter dan pola asuh orang tua. Kepribadian para

orang tua dalam mendidikan anak juga akan berpengaruh besar dalam pembentukan

karakter. Mulailah memiliki rasa tanggung jawab dari para orang tua terlebih dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar